Mata merah sering dianggap sepele karena banyak orang mengira hanya akibat kurang tidur atau terlalu lama menatap layar. Padahal, mata merah bisa menjadi tanda iritasi ringan hingga infeksi yang membutuhkan penanganan khusus.
Menurut American Academy of Ophthalmology, konjungtivitis atau radang selaput mata merupakan salah satu penyebab paling umum mata merah pada semua usia. Artinya, kondisi ini sangat sering terjadi dan tidak boleh diabaikan.
Memahami penyebab dan cara mengatasi mata merah sejak awal dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius. Artikel ini akan membahas penyebab, gejala, cara mengatasi secara medis dan alami, serta dukungan nutrisi untuk menjaga kesehatan mata.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Mata Merah?
Mata merah terjadi ketika pembuluh darah kecil di bagian putih mata (sklera) melebar atau meradang. Pelebaran ini membuat bagian putih mata terlihat kemerahan.
Mata merah bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi tertentu seperti alergi, infeksi, atau iritasi.
Beberapa kondisi yang paling sering menyebabkan mata merah antara lain:
Konjungtivitis (radang selaput mata)
Alergi
Mata kering
Iritasi debu, asap, atau polusi
Cedera ringan
Mata merah adalah tanda adanya gangguan pada mata, bukan penyakit utama.
Penyebab Mata Merah yang Paling Umum
Berikut adalah penyebab mata merah yang paling sering terjadi di Indonesia:
1. Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah peradangan pada lapisan tipis yang menutupi bagian putih mata. Bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau alergi.
Biasanya disertai mata berair, lengket saat bangun tidur, dan rasa tidak nyaman.
2. Alergi
Debu, bulu hewan, serbuk sari, atau kosmetik dapat memicu reaksi alergi. Mata biasanya terasa gatal dan berair.
3. Mata Kering
Kurang produksi air mata membuat mata mudah iritasi dan memerah, terutama pada pekerja yang lama menatap layar.
4. Iritasi Lingkungan
Paparan asap rokok, polusi udara, atau AC terlalu lama dapat memicu mata merah.
5. Kurang Tidur & Screen Time Berlebihan
Menatap layar lebih dari 6–8 jam per hari tanpa istirahat dapat membuat mata lelah dan kemerahan.
Menurut WHO, lebih dari 2,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan, dan sebagian besar bisa dicegah dengan perawatan yang tepat.
Sebagian besar mata merah disebabkan faktor ringan, tetapi tetap perlu dikenali penyebabnya agar tidak salah penanganan.
Gejala yang Sering Menyertai Mata Merah
Mata merah biasanya tidak berdiri sendiri. Gejala yang sering menyertainya:
Rasa perih atau panas
Gatal
Mata berair
Lengket atau keluar kotoran
Sensitif terhadap cahaya
Penglihatan sedikit kabur
Jika muncul nyeri hebat atau penglihatan terganggu signifikan, sebaiknya segera periksa ke dokter.
Mata merah ringan bisa diatasi di rumah, tetapi jika disertai nyeri atau gangguan penglihatan, perlu pemeriksaan medis.
Cara Mengatasi Mata Merah Secara Medis & Alami
Penanganan tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
Cara Medis
Obat tetes mata pelumas untuk mata kering
Tetes antihistamin untuk alergi
Antibiotik jika disebabkan bakteri (sesuai resep dokter)
Cara Alami di Rumah
Kompres dingin selama 5–10 menit
Istirahatkan mata setiap 20 menit saat bekerja
Hindari mengucek mata
Jaga kebersihan tangan
Kurangi paparan debu & asap
Mengatur pola istirahat dan mengurangi screen time sangat membantu proses pemulihan.
Sebagian besar mata merah ringan dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah.
Peran Nutrisi & Herbal untuk Kesehatan Mata
Kesehatan mata tidak hanya bergantung pada obat luar, tetapi juga nutrisi dari dalam.
Salah satu herbal yang diformulasikan untuk membantu memelihara kesehatan mata adalah BioSeefit dari Naturafit.
BioSeefit mengandung:
Ekstrak Bilberry (Vaccinium myrtillus)
Mendukung fungsi retina dan membantu menjaga ketajaman penglihatan.Sambiloto (Andrographis paniculata)
Mengandung antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dan mendukung sirkulasi mikro pada mata.
Antioksidan penting untuk melindungi jaringan mata dari stres oksidatif akibat polusi, paparan layar, dan radiasi sinar biru.
BioSeefit bukan obat mata merah instan, tetapi berperan sebagai pendukung kesehatan mata jangka panjang, terutama bagi yang sering terpapar layar atau bekerja di lingkungan berpolusi.
Mata sehat bukan hanya soal pengobatan luar, tetapi juga nutrisi yang mendukung dari dalam tubuh.
Manfaat Kandungan BioSeefit untuk Mata Merah
Mata merah umumnya terjadi karena peradangan, iritasi, kelelahan, atau stres oksidatif pada jaringan mata. Pendekatan yang tepat bukan hanya meredakan gejala dari luar, tetapi juga mendukung kesehatan mata dari dalam.
Berikut penjelasan manfaat kandungan utama dalam BioSeefit untuk membantu menjaga kesehatan mata saat mengalami mata merah:
1. Ekstrak Bilberry (Vaccinium myrtillus)
Bilberry dikenal kaya akan antosianin, yaitu senyawa antioksidan kuat yang berperan penting dalam kesehatan mata.
Manfaat untuk mata merah:
1. Membantu melawan radikal bebas
Radikal bebas akibat paparan polusi, asap, dan sinar biru dapat memicu stres oksidatif pada mata. Antioksidan membantu melindungi jaringan mata dari kerusakan.
2. Mendukung kesehatan pembuluh darah mikro di mata
Mata merah terjadi karena pelebaran pembuluh darah. Bilberry membantu menjaga elastisitas dan fungsi sirkulasi mikro.
3. Mendukung fungsi retina & ketajaman penglihatan
Baik untuk pengguna gadget jangka panjang yang sering mengalami mata lelah.
2. Sambiloto (Andrographis paniculata)
Sambiloto mengandung senyawa aktif seperti andrographolide yang memiliki sifat antioksidan dan mendukung respons alami tubuh.
Manfaat untuk mata merah:
1. Membantu mendukung respons antiinflamasi alami tubuh
Mata merah sering berkaitan dengan peradangan ringan. Sambiloto membantu tubuh mengontrol respons inflamasi.
2. Mendukung daya tahan tubuh
Jika mata merah disebabkan infeksi ringan (misalnya virus), daya tahan tubuh yang baik membantu proses pemulihan.
3. Membantu melindungi sel dari stres oksidatif
Sangat relevan bagi pekerja outdoor atau yang terpapar polusi tinggi.
Kapan Mata Merah Harus ke Dokter?
Segera konsultasi jika:
Nyeri hebat
Penglihatan buram parah
Cedera atau trauma pada mata
Tidak membaik setelah 3 hari
Disertai demam
Penanganan cepat mencegah komplikasi serius pada mata.
Jangan menunda pemeriksaan jika muncul tanda bahaya.
Tips Agar Mata Tidak Mudah Merah
Mata merah sering terjadi akibat iritasi, kelelahan, alergi, atau infeksi ringan. Dengan kebiasaan yang tepat, risiko mata merah bisa dikurangi secara signifikan.
1. Terapkan Aturan 20-20-20 Saat Menatap Layar
Jika Anda bekerja di depan laptop atau gadget:
Setiap 20 menit, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek sejauh 20 kaki (±6 meter).
Manfaatnya:
Mengurangi mata lelah
Mencegah mata kering
Menjaga kelembapan alami mata
Sangat penting bagi pekerja kantor & content creator.
2. Jangan Mengucek Mata
Mengucek mata bisa:
Memicu iritasi
Memasukkan bakteri
Memperparah pembuluh darah yang sudah melebar
Jika mata terasa gatal, lebih baik:
– Kompres dingin
– Gunakan air mata buatan sesuai anjuran
3. Jaga Kebersihan Tangan & Wajah
Infeksi seperti konjungtivitis sering menular melalui tangan.
Biasakan:
Cuci tangan sebelum menyentuh area mata
Ganti handuk & sarung bantal secara rutin
4. Hindari Paparan Debu & Asap
Polusi, asap rokok, dan AC berlebihan dapat membuat mata kering dan iritasi.
Tips:
Gunakan kacamata pelindung saat berkendara
Hindari ruangan berasap
Gunakan humidifier jika ruangan terlalu kering
5. Istirahat & Tidur Cukup
Kurang tidur membuat pembuluh darah mata melebar sehingga tampak merah.
Idealnya:
Tidur 7–8 jam per malam.
6. Penuhi Nutrisi untuk Mata
Mata juga membutuhkan nutrisi dari dalam.
Beberapa nutrisi penting:
Antioksidan
Vitamin A
Vitamin C
Antosianin (dari bilberry)
Senyawa pendukung sirkulasi mikro
Antioksidan membantu melindungi mata dari stres oksidatif akibat polusi dan paparan sinar biru.
Bagi yang sering mengalami mata lelah atau mudah merah karena aktivitas tinggi, dukungan nutrisi dari dalam seperti yang terkandung dalam BioSeefit dapat membantu menjaga kesehatan mata secara menyeluruh.
7. Gunakan Obat Tetes Sesuai Kebutuhan
Jika mata kering:
– Gunakan tetes pelumas
Jika alergi:
– Gunakan tetes antihistamin sesuai anjuran dokter
Jangan menggunakan obat tetes sembarangan karena bisa memperburuk kondisi.
Kesimpulan
Mata merah adalah gejala yang umum terjadi dan sering disebabkan oleh alergi, iritasi, atau infeksi ringan. Sebagian besar bisa diatasi dengan perawatan sederhana di rumah seperti kompres dan istirahat mata.
Namun, penting untuk mengenali tanda bahaya agar tidak terlambat mendapatkan penanganan medis.
Selain perawatan luar, menjaga kesehatan mata dari dalam melalui nutrisi dan antioksidan seperti yang terdapat dalam BioSeefit dapat membantu memelihara fungsi mata dalam jangka panjang.
Penelitian Ilmiah Pendukung Klaim
1.Tinjauan Sistematis Diagnosis Kasus “Mata Merah” (Red Eye) di Tempat Tidur Klinik
Riset ini menunjukkan bahwa temuan klinis seperti fotofobia (sensitif terhadap cahaya) dan pembesaran pupil dapat membantu membedakan kondisi mata merah yang ringan dari penyakit mata serius. Hal ini relevan dengan pembahasan artikel tentang kapan harus ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Link
2. Dampak Konjungtivitis Viral Terhadap Kesehatan Publik: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan
Konjungtivitis (“mata merah” atau pink eye) merupakan inflamasi dari konjungtiva yang disebabkan oleh berbagai agen termasuk virus. Penelitian ini menekankan pentingnya pencegahan dan penularan, sesuai artikel yang membahas penyebab infeksi dan cara mengatasi. Link
3.Pink Eye (Konjungtivitis) – Gejala dan Penyebab (Sumber Internasional Mayo Clinic)
Menurut Mayo Clinic, pelepasan histamin akibat alergi memperlihatkan bagaimana mata merah dapat terjadi tidak hanya dari infeksi, tetapi juga reaksi alergi atau iritasi. Ini mendukung topik penyebab mata merah di artikel Anda. Link
4.Penyebab Konjungtivitis – Fokus pada Faktor Penyebab Umum
Artikel dari berbagai sumber puskesmas memperlihatkan bahwa faktor penyebab mata merah mencakup infeksi virus, bakteri, alergen, dan iritasi — sama seperti yang dibahas dalam artikel Anda. Data ini memperkuat argumentasi penyebab mata merah secara umum. Link
5.Kompas.com – Konjungtivitis (Mata Merah): Gejala, Penyebab & Pengobatan
Konjungtivitis tidak hanya menyebabkan mata merah, tetapi juga gejala lain seperti gatal dan cairan dari mata. Artikel ini juga menekankan pentingnya pengelolaan yang tepat sesuai penyebab, sesuai dengan pembahasan lengkap dalam artikel Anda. Link
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional untuk penanganan masalah kesehatan Anda. Hasil setiap individu mungkin saja berbeda.
FAQ
Apakah mata merah selalu karena infeksi?
Tidak. Bisa juga karena alergi, iritasi, atau kurang tidur.
Mata merah tapi tidak sakit, apakah berbahaya?
Biasanya tidak berbahaya, namun tetap perlu dipantau.
Berapa lama mata merah sembuh?
Tergantung penyebab, biasanya 2–7 hari.
Bolehkah pakai obat tetes sembarangan?
Sebaiknya tidak tanpa mengetahui penyebabnya.
Apakah alergi bisa menyebabkan mata merah terus-menerus?
Ya, jika pemicu alergi tidak dihindari.
Apakah screen time menyebabkan mata merah?
Ya, karena mata menjadi kering dan lelah.
Apakah kompres air hangat boleh?
Boleh, tergantung kondisi. Untuk bengkak biasanya lebih baik kompres dingin.
Apakah mata merah menular?
Jika disebabkan virus atau bakteri, bisa menular.
Apakah anak-anak sering mengalami mata merah?
Ya, terutama karena infeksi atau alergi.
Apakah herbal bisa membantu kesehatan mata?
Herbal dengan antioksidan dapat membantu menjaga fungsi mata dari dalam.
INFOGRAFIS
Mata merah adalah gejala yang umum terjadi dan sering disebabkan oleh alergi, iritasi, atau infeksi ringan. Sebagian besar bisa diatasi dengan perawatan sederhana di rumah seperti kompres dan istirahat mata.
Namun, penting untuk mengenali tanda bahaya agar tidak terlambat mendapatkan penanganan medis.
Jaga kesehatan mata dari dalam dengan BioSeefit.
