Bisul adalah infeksi kulit yang sering dianggap sepele, padahal bisa menimbulkan nyeri hebat dan berisiko komplikasi jika tidak ditangani dengan benar. Banyak orang langsung memencet bisul agar cepat pecah, tanpa tahu bahwa tindakan ini justru bisa memperparah infeksi.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, infeksi kulit termasuk dalam 10 besar penyakit yang sering ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sementara itu, World Health Organization menyebutkan bahwa infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus menjadi penyebab utama abses dan bisul di seluruh dunia.
Artinya, bisul bukan hanya masalah kebersihan biasa, tetapi juga berkaitan dengan daya tahan tubuh dan kondisi kesehatan tertentu.
Dalam artikel ini, kita akan membahas:
Apa itu bisul
Penyebabnya
Gejala yang perlu diwaspadai
Cara mengobati secara medis dan alami
Cara mencegah agar tidak kambuh
Daftar Isi
ToggleApa Itu Bisul dan Bagaimana Terjadi?
Bisul adalah infeksi pada folikel rambut atau kelenjar minyak di bawah kulit yang menyebabkan benjolan merah, nyeri, dan berisi nanah. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut furunkel.
Proses terbentuknya bisul:
Bakteri masuk melalui pori-pori atau luka kecil.
Terjadi peradangan di bawah kulit.
Terbentuk benjolan merah yang semakin membesar.
Nanah terkumpul di tengah benjolan.
Perbedaan bisul dan jerawat:
Jerawat biasanya lebih kecil dan muncul karena penyumbatan minyak.
Bisul lebih besar, lebih nyeri, dan sering disertai pembengkakan sekitar.
Area tubuh yang sering muncul bisul:
Ketiak
Bokong
Leher
Paha
Wajah
Bisul adalah infeksi bakteri di bawah kulit yang menghasilkan benjolan bernanah dan terasa sangat nyeri.
Penyebab Bisul yang Sering Tidak Disadari
Banyak orang mengira bisul hanya karena kurang mandi. Padahal penyebabnya lebih kompleks.
1. Infeksi Bakteri
Bakteri Staphylococcus aureus adalah penyebab paling umum.
2. Daya Tahan Tubuh Lemah
Orang dengan imun rendah lebih rentan terkena infeksi kulit.
3. Diabetes
Kadar gula darah tinggi mempermudah bakteri berkembang. Inilah sebabnya penderita diabetes sering mengalami bisul berulang.
4. Gesekan Kulit
Pakaian ketat dan lembap memicu iritasi dan infeksi.
5. Kebersihan Kurang Terjaga
Kulit yang jarang dibersihkan menjadi tempat ideal bakteri berkembang.
Bisul tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan imun dan kondisi seperti diabetes.
Jenis-Jenis Bisul yang Perlu Diketahui
Secara medis, bisul disebut furunkel, yaitu infeksi pada folikel rambut yang umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Namun, tidak semua bisul memiliki bentuk dan tingkat keparahan yang sama. Berikut jenis-jenisnya;
1. Furunkel (Bisul Tunggal)
Apa itu?
Furunkel adalah bisul yang muncul sebagai satu benjolan merah, nyeri, dan berisi nanah.
Ciri-ciri:
Benjolan merah membesar
Terasa hangat dan nyeri saat disentuh
Bagian tengah bisa berwarna putih/kuning (nanah)
Biasanya muncul di:
Leher
Wajah
Ketiak
Bokong
Paha
Jika kecil, bisa sembuh sendiri dengan kompres hangat.
2. Karbunkel (Bisul Bergerombol)
Karbunkel adalah kumpulan beberapa bisul yang saling terhubung di bawah kulit.
Ciri-ciri:
Lebih besar dan lebih dalam
Nyeri lebih hebat
Bisa disertai demam
Area kulit tampak kemerahan luas
Jenis ini lebih serius dan sering membutuhkan tindakan medis seperti drainase oleh dokter.
3. Furunkulosis (Bisul Berulang)
Ini adalah kondisi ketika bisul muncul berulang kali.
Biasanya terjadi pada:
Penderita diabetes
Orang dengan daya tahan tubuh rendah
Kebersihan kulit kurang terjaga
Furunkulosis sering disebabkan kolonisasi bakteri yang menetap di kulit atau hidung.
4. Abses Kulit
Walaupun sering disamakan dengan bisul, abses lebih luas dan tidak selalu berasal dari folikel rambut.
Ciri-ciri:
Bengkak besar
Terasa lunak saat ditekan
Bisa sangat nyeri
Memerlukan tindakan medis
5. Hidradenitis Suppurativa
Ini bukan bisul biasa, tetapi sering disangka bisul.
Merupakan peradangan kronis pada kelenjar keringat, sering muncul di:
Ketiak
Selangkangan
Area lipatan tubuh
Kondisi ini cenderung kambuh dan perlu penanganan khusus.
Perbedaan Singkatnya
| Jenis | Jumlah | Tingkat Nyeri | Risiko |
|---|---|---|---|
| Furunkel | Tunggal | Sedang | Rendah |
| Karbunkel | Banyak & menyatu | Tinggi | Sedang–Berat |
| Furunkulosis | Berulang | Bervariasi | Tinggi |
| Abses | Besar & dalam | Tinggi | Berat |
Gejala dan Ciri-Ciri Bisul Berbahaya
Gejala umum bisul:
Benjolan merah dan nyeri
Membesar dalam beberapa hari
Terasa hangat saat disentuh
Berisi nanah
Tanda bisul berbahaya:
Disertai demam
Nyeri hebat
Tidak sembuh lebih dari 2 minggu
Muncul banyak sekaligus
Terjadi di wajah (berisiko menyebar)
Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter.
Bisul yang disertai demam atau tidak sembuh lama harus ditangani secara medis.
Cara Mengobati Bisul Secara Medis dan Alami
Cara Medis
Kompres hangat 3–4 kali sehari
Antibiotik jika diperlukan (sesuai resep dokter)
Tindakan drainase oleh tenaga medis
Jangan dipencet sendiri
Cara Alami untuk Mendukung Penyembuhan
Karena bisul berhubungan dengan infeksi dan peradangan, penting membantu tubuh dari dalam.
Beberapa langkah pendukung:
Perbanyak minum air putih
Konsumsi makanan bergizi
Hindari makanan tinggi gula
Jaga kebersihan area yang terkena
Rekomendasi Herbal: DERMAKLIN
Untuk membantu mengatasi masalah kulit seperti bisul, jerawat, dan gatal, Anda bisa mempertimbangkan DERMAKLIN dari Naturafit.
Kandungan utamanya:
Temulawak
Kunyit
Lempuyang
Sambiloto
Secang
Manfaatnya:
Membantu mengurangi peradangan
Mendukung detoksifikasi kulit dari dalam
Membantu melawan bakteri
Mendukung regenerasi sel kulit
Karena bekerja dari dalam, herbal ini membantu memperbaiki kondisi kulit secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala luar.
Bisul perlu ditangani dari luar dan dalam agar cepat sembuh dan tidak kambuh.
Cara Mencegah Bisul Agar Tidak Kambuh
Pencegahan lebih penting daripada pengobatan.
Berikut langkah yang bisa dilakukan:
Mandi secara teratur
Gunakan pakaian longgar
Jangan berbagi handuk
Jaga kadar gula darah tetap stabil
Perkuat daya tahan tubuh
Segera bersihkan luka kecil
Jika bisul sering kambuh, lakukan pemeriksaan gula darah untuk memastikan tidak ada gangguan metabolik.
Menjaga kebersihan dan imun adalah kunci utama mencegah bisul kambuh.
Kapan Harus ke Dokter Jika Mengalami Bisul?
Sebagian besar bisul (furunkel) memang bisa sembuh sendiri dalam 1–2 minggu dengan perawatan rumahan seperti kompres hangat dan menjaga kebersihan. Namun, ada kondisi tertentu yang tidak boleh dianggap sepele.
Berikut tanda-tanda Anda perlu segera ke dokter;
1. Disertai Demam atau Menggigil
Jika bisul menyebabkan:
Demam
Badan lemas
Menggigil
Ini bisa menjadi tanda infeksi sudah menyebar ke jaringan lebih dalam atau ke aliran darah.
2. Ukuran Besar dan Semakin Membengkak
Jika:
Diameter lebih dari 2–3 cm
Nyeri semakin hebat
Kulit sekitar makin merah dan panas
Dokter mungkin perlu melakukan tindakan insisi dan drainase (pengeluaran nanah) secara steril.
3. Tidak Sembuh dalam 10–14 Hari
Bisul normal biasanya pecah dan mengering sendiri.
Jika tidak membaik setelah 2 minggu, perlu evaluasi medis.
4. Muncul di Area Wajah
Bisul di:
Hidung
Sekitar mata
Bibir atas
Berisiko karena area ini memiliki pembuluh darah yang terhubung ke otak. Infeksi di area ini harus lebih hati-hati.
5. Sering Kambuh (Furunkulosis)
Jika bisul muncul berulang kali, dokter perlu:
Mengevaluasi gula darah (risiko diabetes)
Menilai daya tahan tubuh
Memberikan antibiotik sesuai kultur bakteri
6. Anda Memiliki Penyakit Penyerta
Segera konsultasi jika Anda memiliki:
Diabetes
Gangguan imun
Sedang kemoterapi
HIV/AIDS
Konsumsi obat imunosupresan
Karena risiko komplikasi lebih tinggi.
7. Timbul Garis Merah di Kulit
Jika terlihat garis merah menjalar dari bisul, itu bisa menandakan infeksi menyebar melalui pembuluh limfa (limfangitis) dan perlu penanganan cepat.
Kesimpulan
Bisul adalah infeksi kulit akibat bakteri yang dapat menimbulkan nyeri dan komplikasi jika tidak ditangani dengan benar. Penyebabnya tidak hanya kebersihan, tetapi juga daya tahan tubuh dan kondisi seperti diabetes.
Pengobatan dapat dilakukan dengan kompres hangat, antibiotik sesuai anjuran dokter, serta dukungan herbal untuk membantu pemulihan dari dalam seperti DERMAKLIN.
Dengan perawatan yang tepat dan pencegahan yang konsisten, bisul dapat sembuh dan tidak kambuh kembali.
Penelitian Ilmiah Pendukung Klaim
1. Potensi Ekstrak Kulit Buah Manggis dalam Pengobatan Topikal terhadap Bakteri Penyebab Bisul
Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah manggis memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus (bakteri penyebab bisul) sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan salep untuk menolong infeksi kulit seperti bisul karena mengandung flavonoid, xanton, tanin, dan saponin. Link
2. Lesi Mirip Furunkel pada Infeksi Kulit Eksperimental Tikus dengan Staphylococcus aureus
Studi ini menggambarkan mekanisme bagaimana Staphylococcus aureus menyerang folikel rambut dan menyebabkan lesi mirip bisul pada model tikus, memberikan pemahaman ilmiah tentang proses terbentuknya bisul. Link
3. Faktor Risiko Furunkulosis Berulang (Recurrent Furunculosis)
Penelitian menunjukkan faktor risiko utama kekambuhan bisul meliputi higiene personal yang buruk, diabetes, obesitas, anemia, dan riwayat keluarga. Ini mendukung artikel Anda yang menekankan pentingnya pencegahan infeksi. Link
4.Manajemen Inovatif Furunkulosis Berulang
Ulasan medis ini menyatakan bahwa penanganan bisul yang sering kambuh membutuhkan kombinasi pembedahan drainase dan penerapan kebersihan yang baik, memperkuat poin pada artikel tentang tidak memencet sendiri dan pentingnya hygiene. Link
5.Latar Belakang Infeksi Staphylococcus aureus dan Bisul dalam Manuskrip Pendidikan Farmasi
Dokumen ini menguatkan dasar bahwa bisul adalah infeksi folikel rambut oleh Staphylococcus aureus, dan menjelaskan proses peradangan, pembentukan nanah, serta kebutuhan perawatan medis sesuai standar klinik. Link
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional untuk penanganan masalah kesehatan Anda. Hasil setiap individu mungkin saja berbeda.
FAQ
Apakah bisul bisa sembuh sendiri?
Ya, bisul kecil bisa sembuh sendiri dalam 1–2 minggu.
Berapa lama bisul sembuh?
Biasanya 7–14 hari tergantung ukuran dan kondisi tubuh.
Apakah bisul menular?
Bisa, jika terjadi kontak langsung dengan nanah atau barang pribadi.
Apakah boleh memencet bisul?
Tidak disarankan karena bisa memperparah infeksi.
Bisul keras dan tidak pecah bagaimana?
Kompres hangat secara rutin dan konsultasi dokter jika tidak membaik.
Apakah bisul tanda diabetes?
Bisa menjadi salah satu tanda jika sering kambuh.
Apakah anak-anak bisa terkena bisul?
Ya, terutama jika kebersihan kurang terjaga.
Apa makanan yang harus dihindari saat bisul?
Makanan tinggi gula dan berminyak.
Apakah bisul di wajah berbahaya?
Perlu perhatian lebih karena berisiko komplikasi.
Kapan harus ke dokter?
Jika disertai demam, nyeri hebat, atau tidak sembuh lebih dari 2 minggu.
INFOGRAFIS
Bisul adalah infeksi kulit akibat bakteri yang dapat menimbulkan nyeri dan komplikasi jika tidak ditangani dengan benar. Pengobatan dapat dilakukan dengan kompres hangat, antibiotik sesuai anjuran dokter, serta dukungan herbal untuk membantu pemulihan dari dalam seperti DERMAKLIN.
Dengan perawatan yang tepat dan pencegahan yang konsisten, bisul dapat sembuh dan tidak kambuh kembali.




