Bisul: Penyebab, Cara Mengobati & Cegah Kambuh

Ilustrasi Bisul di kulit

Bisul adalah infeksi kulit yang sering dianggap sepele, padahal bisa menimbulkan nyeri hebat dan berisiko komplikasi jika tidak ditangani dengan benar. Banyak orang langsung memencet bisul agar cepat pecah, tanpa tahu bahwa tindakan ini justru bisa memperparah infeksi.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, infeksi kulit termasuk dalam 10 besar penyakit yang sering ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sementara itu, World Health Organization menyebutkan bahwa infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus menjadi penyebab utama abses dan bisul di seluruh dunia.

Artinya, bisul bukan hanya masalah kebersihan biasa, tetapi juga berkaitan dengan daya tahan tubuh dan kondisi kesehatan tertentu.

Dalam artikel ini, kita akan membahas:

  • Apa itu bisul

  • Penyebabnya

  • Gejala yang perlu diwaspadai

  • Cara mengobati secara medis dan alami

  • Cara mencegah agar tidak kambuh

Ilustrasi bisul pada kulit

Daftar Isi

Apa Itu Bisul dan Bagaimana Terjadi?

Bisul adalah infeksi pada folikel rambut atau kelenjar minyak di bawah kulit yang menyebabkan benjolan merah, nyeri, dan berisi nanah. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut furunkel.

Proses terbentuknya bisul:

  1. Bakteri masuk melalui pori-pori atau luka kecil.

  2. Terjadi peradangan di bawah kulit.

  3. Terbentuk benjolan merah yang semakin membesar.

  4. Nanah terkumpul di tengah benjolan.

Baca Juga  Jerawat Membandel? Mungkin 7 Makanan Ini Biang Keroknya, Ini Cara Mengatasinya

Perbedaan bisul dan jerawat:

  • Jerawat biasanya lebih kecil dan muncul karena penyumbatan minyak.

  • Bisul lebih besar, lebih nyeri, dan sering disertai pembengkakan sekitar.

Area tubuh yang sering muncul bisul:

  • Ketiak

  • Bokong

  • Leher

  • Paha

  • Wajah

Bisul adalah infeksi bakteri di bawah kulit yang menghasilkan benjolan bernanah dan terasa sangat nyeri.

Penyebab bisul yang sering diabaikan

Penyebab Bisul yang Sering Tidak Disadari

Banyak orang mengira bisul hanya karena kurang mandi. Padahal penyebabnya lebih kompleks.

1. Infeksi Bakteri

Bakteri Staphylococcus aureus adalah penyebab paling umum.

2. Daya Tahan Tubuh Lemah

Orang dengan imun rendah lebih rentan terkena infeksi kulit.

3. Diabetes

Kadar gula darah tinggi mempermudah bakteri berkembang. Inilah sebabnya penderita diabetes sering mengalami bisul berulang.

4. Gesekan Kulit

Pakaian ketat dan lembap memicu iritasi dan infeksi.

5. Kebersihan Kurang Terjaga

Kulit yang jarang dibersihkan menjadi tempat ideal bakteri berkembang.

Bisul tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan imun dan kondisi seperti diabetes.

Jenis-jenis bisul yang perlu diketahui

Jenis-Jenis Bisul yang Perlu Diketahui

Secara medis, bisul disebut furunkel, yaitu infeksi pada folikel rambut yang umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Namun, tidak semua bisul memiliki bentuk dan tingkat keparahan yang sama. Berikut jenis-jenisnya;

1. Furunkel (Bisul Tunggal)

Apa itu?
Furunkel adalah bisul yang muncul sebagai satu benjolan merah, nyeri, dan berisi nanah.

Ciri-ciri:

  • Benjolan merah membesar

  • Terasa hangat dan nyeri saat disentuh

  • Bagian tengah bisa berwarna putih/kuning (nanah)

Biasanya muncul di:

  • Leher

  • Wajah

  • Ketiak

  • Bokong

  • Paha

Jika kecil, bisa sembuh sendiri dengan kompres hangat.

2. Karbunkel (Bisul Bergerombol)

Karbunkel adalah kumpulan beberapa bisul yang saling terhubung di bawah kulit.

Ciri-ciri:

  • Lebih besar dan lebih dalam

  • Nyeri lebih hebat

  • Bisa disertai demam

  • Area kulit tampak kemerahan luas

Jenis ini lebih serius dan sering membutuhkan tindakan medis seperti drainase oleh dokter.

3. Furunkulosis (Bisul Berulang)

Ini adalah kondisi ketika bisul muncul berulang kali.

Biasanya terjadi pada:

  • Penderita diabetes

  • Orang dengan daya tahan tubuh rendah

  • Kebersihan kulit kurang terjaga

Furunkulosis sering disebabkan kolonisasi bakteri yang menetap di kulit atau hidung.

4. Abses Kulit

Walaupun sering disamakan dengan bisul, abses lebih luas dan tidak selalu berasal dari folikel rambut.

Ciri-ciri:

  • Bengkak besar

  • Terasa lunak saat ditekan

  • Bisa sangat nyeri

  • Memerlukan tindakan medis

5. Hidradenitis Suppurativa

Ini bukan bisul biasa, tetapi sering disangka bisul.

Merupakan peradangan kronis pada kelenjar keringat, sering muncul di:

  • Ketiak

  • Selangkangan

  • Area lipatan tubuh

Kondisi ini cenderung kambuh dan perlu penanganan khusus.

Baca Juga  Cara Meringankan Jerawat, Bisul, dan Gatal-Gatal Secara Alami

Perbedaan Singkatnya

JenisJumlahTingkat NyeriRisiko
FurunkelTunggalSedangRendah
KarbunkelBanyak & menyatuTinggiSedang–Berat
FurunkulosisBerulangBervariasiTinggi
AbsesBesar & dalamTinggiBerat

Gejala bisul berbahaya yang perlu diwaspadai

Gejala dan Ciri-Ciri Bisul Berbahaya

Gejala umum bisul:

  • Benjolan merah dan nyeri

  • Membesar dalam beberapa hari

  • Terasa hangat saat disentuh

  • Berisi nanah

Tanda bisul berbahaya:

  • Disertai demam

  • Nyeri hebat

  • Tidak sembuh lebih dari 2 minggu

  • Muncul banyak sekaligus

  • Terjadi di wajah (berisiko menyebar)

Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Bisul yang disertai demam atau tidak sembuh lama harus ditangani secara medis.

Cara mengobati bisul medis dan alami

Cara Mengobati Bisul Secara Medis dan Alami

Cara Medis

  • Kompres hangat 3–4 kali sehari

  • Antibiotik jika diperlukan (sesuai resep dokter)

  • Tindakan drainase oleh tenaga medis

  • Jangan dipencet sendiri

Cara Alami untuk Mendukung Penyembuhan

Karena bisul berhubungan dengan infeksi dan peradangan, penting membantu tubuh dari dalam.

Beberapa langkah pendukung:

  • Perbanyak minum air putih

  • Konsumsi makanan bergizi

  • Hindari makanan tinggi gula

  • Jaga kebersihan area yang terkena

Rekomendasi Herbal: DERMAKLIN

Untuk membantu mengatasi masalah kulit seperti bisul, jerawat, dan gatal, Anda bisa mempertimbangkan DERMAKLIN dari Naturafit.

Kandungan utamanya:

  • Temulawak

  • Kunyit

  • Lempuyang

  • Sambiloto

  • Secang

Manfaatnya:

  • Membantu mengurangi peradangan

  • Mendukung detoksifikasi kulit dari dalam

  • Membantu melawan bakteri

  • Mendukung regenerasi sel kulit

Karena bekerja dari dalam, herbal ini membantu memperbaiki kondisi kulit secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala luar.

Bisul perlu ditangani dari luar dan dalam agar cepat sembuh dan tidak kambuh.

Cara Mencegah Bisul Agar Tidak Kambuh

Pencegahan lebih penting daripada pengobatan.

Berikut langkah yang bisa dilakukan:

  • Mandi secara teratur

  • Gunakan pakaian longgar

  • Jangan berbagi handuk

  • Jaga kadar gula darah tetap stabil

  • Perkuat daya tahan tubuh

  • Segera bersihkan luka kecil

Jika bisul sering kambuh, lakukan pemeriksaan gula darah untuk memastikan tidak ada gangguan metabolik.

Menjaga kebersihan dan imun adalah kunci utama mencegah bisul kambuh.

Kapan Harus ke Dokter Jika Mengalami Bisul?

Sebagian besar bisul (furunkel) memang bisa sembuh sendiri dalam 1–2 minggu dengan perawatan rumahan seperti kompres hangat dan menjaga kebersihan. Namun, ada kondisi tertentu yang tidak boleh dianggap sepele.

Berikut tanda-tanda Anda perlu segera ke dokter;

1. Disertai Demam atau Menggigil

Jika bisul menyebabkan:

  • Demam

  • Badan lemas

  • Menggigil

Ini bisa menjadi tanda infeksi sudah menyebar ke jaringan lebih dalam atau ke aliran darah.

2. Ukuran Besar dan Semakin Membengkak

Jika:

  • Diameter lebih dari 2–3 cm

  • Nyeri semakin hebat

  • Kulit sekitar makin merah dan panas

Dokter mungkin perlu melakukan tindakan insisi dan drainase (pengeluaran nanah) secara steril.

Baca Juga  Gatal Gatal di Kulit: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

3. Tidak Sembuh dalam 10–14 Hari

Bisul normal biasanya pecah dan mengering sendiri.
Jika tidak membaik setelah 2 minggu, perlu evaluasi medis.

4. Muncul di Area Wajah

Bisul di:

  • Hidung

  • Sekitar mata

  • Bibir atas

Berisiko karena area ini memiliki pembuluh darah yang terhubung ke otak. Infeksi di area ini harus lebih hati-hati.

5. Sering Kambuh (Furunkulosis)

Jika bisul muncul berulang kali, dokter perlu:

  • Mengevaluasi gula darah (risiko diabetes)

  • Menilai daya tahan tubuh

  • Memberikan antibiotik sesuai kultur bakteri

6. Anda Memiliki Penyakit Penyerta

Segera konsultasi jika Anda memiliki:

  • Diabetes

  • Gangguan imun

  • Sedang kemoterapi

  • HIV/AIDS

  • Konsumsi obat imunosupresan

Karena risiko komplikasi lebih tinggi.

7. Timbul Garis Merah di Kulit

Jika terlihat garis merah menjalar dari bisul, itu bisa menandakan infeksi menyebar melalui pembuluh limfa (limfangitis) dan perlu penanganan cepat.

Kesimpulan

Bisul adalah infeksi kulit akibat bakteri yang dapat menimbulkan nyeri dan komplikasi jika tidak ditangani dengan benar. Penyebabnya tidak hanya kebersihan, tetapi juga daya tahan tubuh dan kondisi seperti diabetes.

Pengobatan dapat dilakukan dengan kompres hangat, antibiotik sesuai anjuran dokter, serta dukungan herbal untuk membantu pemulihan dari dalam seperti DERMAKLIN.

Dengan perawatan yang tepat dan pencegahan yang konsisten, bisul dapat sembuh dan tidak kambuh kembali.

Penelitian Ilmiah Pendukung Klaim

1. Potensi Ekstrak Kulit Buah Manggis dalam Pengobatan Topikal terhadap Bakteri Penyebab Bisul

Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah manggis memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus (bakteri penyebab bisul) sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan salep untuk menolong infeksi kulit seperti bisul karena mengandung flavonoid, xanton, tanin, dan saponin. Link

2. Lesi Mirip Furunkel pada Infeksi Kulit Eksperimental Tikus dengan Staphylococcus aureus

Studi ini menggambarkan mekanisme bagaimana Staphylococcus aureus menyerang folikel rambut dan menyebabkan lesi mirip bisul pada model tikus, memberikan pemahaman ilmiah tentang proses terbentuknya bisul. Link

3. Faktor Risiko Furunkulosis Berulang (Recurrent Furunculosis)

Penelitian menunjukkan faktor risiko utama kekambuhan bisul meliputi higiene personal yang buruk, diabetes, obesitas, anemia, dan riwayat keluarga. Ini mendukung artikel Anda yang menekankan pentingnya pencegahan infeksi. Link

4.Manajemen Inovatif Furunkulosis Berulang

Ulasan medis ini menyatakan bahwa penanganan bisul yang sering kambuh membutuhkan kombinasi pembedahan drainase dan penerapan kebersihan yang baik, memperkuat poin pada artikel tentang tidak memencet sendiri dan pentingnya hygiene. Link

5.Latar Belakang Infeksi Staphylococcus aureus dan Bisul dalam Manuskrip Pendidikan Farmasi

Dokumen ini menguatkan dasar bahwa bisul adalah infeksi folikel rambut oleh Staphylococcus aureus, dan menjelaskan proses peradangan, pembentukan nanah, serta kebutuhan perawatan medis sesuai standar klinik. Link

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional untuk penanganan masalah kesehatan Anda. Hasil setiap individu mungkin saja berbeda.

FAQ

Apakah bisul bisa sembuh sendiri?

Ya, bisul kecil bisa sembuh sendiri dalam 1–2 minggu.

Berapa lama bisul sembuh?

Biasanya 7–14 hari tergantung ukuran dan kondisi tubuh.

Apakah bisul menular?

Bisa, jika terjadi kontak langsung dengan nanah atau barang pribadi.

Apakah boleh memencet bisul?

Tidak disarankan karena bisa memperparah infeksi.

Bisul keras dan tidak pecah bagaimana?

Kompres hangat secara rutin dan konsultasi dokter jika tidak membaik.

Apakah bisul tanda diabetes?

Bisa menjadi salah satu tanda jika sering kambuh.

Apakah anak-anak bisa terkena bisul?

Ya, terutama jika kebersihan kurang terjaga.

Apa makanan yang harus dihindari saat bisul?

Makanan tinggi gula dan berminyak.

Apakah bisul di wajah berbahaya?

Perlu perhatian lebih karena berisiko komplikasi.

Kapan harus ke dokter?

Jika disertai demam, nyeri hebat, atau tidak sembuh lebih dari 2 minggu.

INFOGRAFIS

Bisul adalah infeksi kulit akibat bakteri yang dapat menimbulkan nyeri dan komplikasi jika tidak ditangani dengan benar. Pengobatan dapat dilakukan dengan kompres hangat, antibiotik sesuai anjuran dokter, serta dukungan herbal untuk membantu pemulihan dari dalam seperti DERMAKLIN.

Dengan perawatan yang tepat dan pencegahan yang konsisten, bisul dapat sembuh dan tidak kambuh kembali.

Scroll to Top