Jantung: Gejala, Penyakit, dan Cara Menjaga Tetap Sehat

ilustrasi anatomi jantung

Jantung adalah organ vital yang bekerja tanpa henti sejak kita lahir hingga akhir hayat. Setiap menit, jantung memompa darah ke seluruh tubuh untuk membawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sel-sel tubuh. Ketika jantung bermasalah, seluruh sistem tubuh ikut terdampak.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia dengan sekitar 20 juta kematian setiap tahun.

Di Indonesia sendiri, data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan penyakit jantung termasuk dalam kelompok penyakit tidak menular yang terus meningkat setiap tahunnya.

Artinya, memahami jantung bukan lagi pilihan — tetapi kebutuhan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas:

  • Apa itu jantung dan bagaimana cara kerjanya

  • Jenis penyakit jantung yang sering terjadi

  • Ciri-ciri dan gejala jantung bermasalah

  • Penyebab dan faktor risiko

  • Cara menjaga kesehatan jantung secara alami

Fungsi jantung dalam tubuh manusia

Daftar Isi

Apa Itu Jantung dan Fungsinya dalam Tubuh

Jantung adalah organ berotot seukuran kepalan tangan yang terletak di rongga dada sebelah kiri. Fungsinya sangat sederhana namun krusial: memompa darah ke seluruh tubuh.

Baca Juga  Sumbatan Jantung: Gejala, Tingkat Bahaya, dan Cara Mengatasinya

Darah yang dipompa membawa:

  • Oksigen

  • Nutrisi

  • Hormon

  • Zat kekebalan tubuh

Tanpa sirkulasi yang baik, organ seperti otak, ginjal, dan hati tidak dapat bekerja dengan optimal.

Cara kerja jantung terdiri dari 4 ruang:

  1. Serambi kanan

  2. Serambi kiri

  3. Bilik kanan

  4. Bilik kiri

Setiap hari, jantung berdetak sekitar 100.000 kali dan memompa sekitar 7.000–8.000 liter darah.

Masalah muncul ketika:

  • Pembuluh darah menyempit

  • Otot jantung melemah

  • Irama jantung tidak normal

Jika kondisi ini dibiarkan, risiko serangan jantung atau gagal jantung meningkat.

Jantung adalah pusat sirkulasi tubuh. Ketika pompa utama terganggu, seluruh organ ikut terdampak.

Jenis Penyakit Jantung yang Paling Umum

Penyakit jantung tidak hanya satu jenis. Berikut beberapa yang paling sering terjadi:

1. Jantung Koroner

Terjadi karena penyumbatan pembuluh darah oleh plak kolesterol.

2. Gagal Jantung

Kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal.

3. Aritmia

Gangguan irama jantung, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat.

4. Serangan Jantung

Terjadi saat aliran darah ke otot jantung terhenti secara mendadak.

Sebagian besar penyakit jantung berkembang secara perlahan. Banyak orang baru menyadari ketika sudah terjadi komplikasi.

Penyakit jantung sering berkembang diam-diam tanpa gejala jelas di awal.

Ciri-Ciri dan Gejala Penyakit Jantung

Gejala penyakit jantung bisa berbeda pada setiap orang. Namun, tanda umum yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Nyeri dada seperti tertindih

  • Sesak napas

  • Jantung berdebar tidak teratur

  • Mudah lelah

  • Pusing atau hampir pingsan

  • Pembengkakan pada kaki

Pada wanita, gejala kadang lebih samar seperti:

  • Mual

  • Nyeri punggung

  • Lemas berkepanjangan

Jika mengalami gejala tersebut secara berulang, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Gejala ringan sering diabaikan, padahal bisa menjadi tanda awal gangguan jantung serius.

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Jantung

Penyakit jantung umumnya dipicu oleh kombinasi gaya hidup dan kondisi medis tertentu.

Faktor risiko utama:

  1. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

  2. Kolesterol tinggi

  3. Diabetes

  4. Merokok

  5. Kurang aktivitas fisik

  6. Stres berlebihan

  7. Obesitas

Menariknya, sebagian besar faktor risiko tersebut bisa dicegah.

Menurut Riskesdas 2018, prevalensi penyakit jantung di Indonesia sekitar 1,5% berdasarkan diagnosis dokter, dan lebih tinggi pada usia di atas 45 tahun.

Artinya, semakin bertambah usia, risiko meningkat.

Sebagian besar penyakit jantung berkaitan dengan gaya hidup, bukan hanya faktor keturunan.

Cara Menjaga Kesehatan Jantung Secara Alami

Menjaga jantung tidak harus menunggu usia tua. Berikut langkah yang bisa dilakukan:

1. Pola Makan Sehat

  • Kurangi gorengan dan lemak jenuh

  • Perbanyak sayur dan buah

  • Pilih ikan kaya omega-3

2. Olahraga Teratur

Minimal 30 menit sehari, seperti jalan cepat atau bersepeda.

3. Kelola Stres

Meditasi, istirahat cukup, dan tidur 7–8 jam per hari.

Baca Juga  Cara Membersihkan Jantung Secara Alami, Aman, dan Terbukti

4. Hindari Rokok

Rokok meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah.

5. Dukung dengan Herbal Sirkulasi Darah

Sirkulasi darah yang lancar sangat penting bagi jantung. Salah satu herbal yang secara tradisional digunakan untuk membantu sirkulasi darah adalah HERBACORE.

HERBACORE mengandung:

  • Daun Sembung

  • Daun Dewa

  • Pegagan

Kombinasi ini secara tradisional digunakan untuk membantu sirkulasi darah dan menjaga kesehatan fungsi jantung.

Dengan sirkulasi yang lebih baik, beban kerja jantung menjadi lebih ringan.

Menjaga sirkulasi darah tetap lancar adalah salah satu kunci utama menjaga jantung tetap sehat.

Herbacore dan Kesehatan Jantung – Penjelasan Manfaat Tiap Kandungan

1. Daun Sembung (Blumea balsamifera)

Manfaat Utama:

  • Meningkatkan sirkulasi darah
    Daun sembung dikenal memiliki sifat vasodilator ringan — membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah lebih lancar, menurunkan beban kerja jantung.

  • Antioksidan alami
    Mengandung flavonoid yang membantu menetralisir radikal bebas, sehingga mencegah stress oksidatif pada sel jantung.

Dampaknya pada jantung:
Sirkulasi yang lebih baik berarti jantung tidak perlu memompa terlalu keras — sangat penting untuk kesehatan jantung terutama saat aktivitas meningkat.

2. Daun Dewa (Gynura procumbens)

Manfaat Utama:

  • Menurunkan kolesterol
    Beberapa penelitian tradisional menunjukkan daun dewa membantu menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan HDL (kolesterol baik).

  • Mengendalikan tekanan darah
    Ekstrak daun dewa dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi ringan melalui efek relaksasi pada otot polos pembuluh darah.

Dampaknya pada jantung:
Kolesterol tinggi dan hipertensi adalah dua dari faktor risiko paling dominan penyakit jantung—daun dewa membantu mitigasi risiko ini secara alami.

3. Pegagan (Centella asiatica)

Manfaat Utama:

  • Mendukung elastisitas pembuluh darah
    Pegagan kaya akan triterpenoid (asiaticoside, madecassoside) yang membantu menjaga integritas dan elastisitas pembuluh darah.

  • Anti inflamasi
    Senyawa aktif membantu meredakan peradangan ringan pada dinding pembuluh darah yang bisa memicu penyumbatan.

Dampaknya pada jantung:
Pembuluh darah yang elastis dan tidak kaku akan mengurangi risiko arteriosklerosis, memperlancar aliran darah, dan menurunkan tekanan yang harus ditahan jantung.

Ringkasan Manfaat HERBACORE untuk Jantung

KandunganManfaat UtamaDampak pada Kesehatan Jantung
Daun SembungVasodilator & AntioksidanLancarkan aliran darah, kurangi beban jantung
Daun DewaTurunkan kolesterol & tekanan darahSangat penting untuk pencegahan penyakit jantung
PegaganDukungan elastisitas pembuluh darahHambat proses penyumbatan & kesehatan vaskular

HERBACORE menggabungkan tiga herbal yang masing-masing memiliki efek positif pada sistem kardiovaskular — dari melancarkan aliran darah, menurunkan kolesterol & tekanan darah, hingga menjaga fleksibilitas pembuluh darah. Secara keseluruhan, kombinasi ini membantu:

  • Mengurangi beban kerja jantung
  • Meningkatkan perfusi oksigen ke organ tubuh
  • Meminimalkan risiko penyakit jantung jangka panjang

Kapan Harus Segera ke Dokter karena Masalah Jantung?

Tidak semua keluhan di dada berarti serangan jantung. Namun ada kondisi tertentu yang tidak boleh ditunda.

Baca Juga  Cara Membersihkan Jantung dan Mengurangi Sumbatan Secara Alami

1. Nyeri Dada Lebih dari 5–10 Menit

Segera ke IGD jika:

  • Nyeri terasa seperti ditekan, diremas, atau terbakar

  • Menjalar ke lengan kiri, rahang, leher, atau punggung

  • Disertai keringat dingin

Ini bisa menjadi tanda serangan jantung.

2. Sesak Napas Mendadak

Jika Anda tiba-tiba sulit bernapas tanpa sebab jelas, terutama saat istirahat atau tidur, segera periksakan diri.

Bisa mengindikasikan gangguan jantung atau gagal jantung.

3. Jantung Berdebar Tidak Normal

Waspada bila:

  • Detak sangat cepat (>120 kali/menit saat istirahat)

  • Irama tidak teratur

  • Disertai pusing atau hampir pingsan

Bisa jadi gangguan irama jantung (aritmia).

4. Pingsan atau Hampir Pingsan

Pingsan mendadak tanpa sebab jelas perlu evaluasi segera, terutama bila ada riwayat tekanan darah tinggi atau kolesterol.

5. Pembengkakan Kaki dan Mudah Lelah

Jika kaki bengkak dan tubuh cepat lelah walau aktivitas ringan, bisa menjadi tanda gangguan pompa jantung.

Kesimpulan

Jantung adalah organ vital yang tidak pernah berhenti bekerja. Penyakit jantung menjadi penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia.

Kabar baiknya, sebagian besar faktor risiko dapat dicegah dengan:

  • Pola makan sehat

  • Aktivitas fisik rutin

  • Menghindari rokok

  • Mengelola stres

  • Mendukung sirkulasi darah secara alami

Menjaga jantung jauh lebih mudah dibanding mengobati komplikasi yang muncul.

Penelitian Ilmiah Pendukung Klaim

1.Survei Pasien Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit De La Salle (Filipina)

Penelitian ini menunjukkan bahwa pencegahan sekunder pada pasien penyakit jantung koroner sangat penting untuk mengurangi risiko infark miokard dan kematian, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien. Link

2. Pengetahuan Masyarakat Tentang Risiko Penyakit Jantung Koroner (Pekanbaru, Indonesia)

Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman masyarakat mengenai definisi dan faktor risiko penyakit jantung koroner sangat penting sebagai dasar untuk menerapkan pencegahan, seperti pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur — sesuai dengan poin pencegahan di artikel. Link

3. Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular di Masyarakat Indonesia

Penelitian ini mengidentifikasi bahwa hipertensi, merokok, dan obesitas adalah faktor risiko dominan penyakit jantung dan pembuluh darah, yang sesuai dengan artikel tentang penyebab utama penyakit jantung. Link

4.Peran Faktor Risiko dan Pencegahan Penyakit Jantung Koroner di Indonesia

Artikel ini membahas bagaimana merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan gaya hidup tidak sehat berperan dalam perkembangan penyakit jantung koroner — sekaligus menekankan pentingnya perubahan gaya hidup untuk pencegahannya. Link

5. Faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner di RSUD Kupang

Analisis ini menemukan bahwa pola makan tinggi karbohidrat/kolesterol, hipertensi, dan dyslipidemia berhubungan kuat dengan kejadian penyakit jantung koroner — menguatkan artikel yang menekankan pentingnya pola makan sehat sebagai pencegahan. Link

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional untuk penanganan masalah kesehatan Anda. Hasil setiap individu mungkin saja berbeda.

FAQ

Apa tanda awal penyakit jantung?

Nyeri dada, sesak napas, dan mudah lelah.

Apakah jantung berdebar selalu berbahaya?

Tidak selalu, tetapi jika sering dan disertai pusing perlu diperiksa.

Apakah anak muda bisa terkena penyakit jantung?

Bisa, terutama jika memiliki gaya hidup tidak sehat.

Makanan apa yang baik untuk jantung?

Ikan, sayuran hijau, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

Apakah stres bisa memicu penyakit jantung?

Ya, stres kronis meningkatkan tekanan darah.

Berapa tekanan darah normal?

Sekitar 120/80 mmHg.

Apakah kolesterol tinggi selalu bergejala?

Tidak, sering tanpa gejala.

Apakah olahraga berat aman untuk jantung?

Sebaiknya konsultasi dokter terlebih dahulu.

Apakah herbal bisa membantu kesehatan jantung?

Beberapa herbal tradisional membantu sirkulasi darah.

Kapan harus ke dokter?

Jika nyeri dada berlangsung lebih dari 5 menit atau disertai sesak berat.

INFOGRAFIS

Infografis Menjaga Jantung Sehat

Jantung adalah organ vital yang tidak pernah berhenti bekerja. Penyakit jantung menjadi penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia.

Kabar baiknya, sebagian besar faktor risiko dapat dicegah dengan:

  • Pola makan sehat

  • Aktivitas fisik rutin

  • Menghindari rokok

  • Mengelola stres

  • Mendukung sirkulasi darah secara alami dengan HERBACORE

Scroll to Top