Kolesterol tinggi bukan lagi masalah orang tua saja. Saat ini, banyak orang usia 30–40 tahun sudah memiliki kadar kolesterol di atas normal tanpa menyadarinya. Padahal, kolesterol tinggi adalah salah satu faktor utama penyakit jantung dan stroke.
Kabar baiknya, selain pola makan dan olahraga, ada bahan alami yang sudah lama digunakan sebagai jamu tradisional Indonesia, yaitu temulawak. Banyak orang mencari informasi tentang temulawak menurunkan kolesterol, tetapi apakah benar terbukti secara ilmiah?
Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana temulawak bekerja di dalam tubuh, bukti penelitian yang mendukung, cara konsumsi yang aman, hingga rekomendasi herbal yang dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
Temulawak mengandung senyawa aktif seperti kurkumin yang berpotensi membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan menjaga kesehatan jantung jika dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Kolesterol dan Mengapa Bisa Tinggi?
Kolesterol sebenarnya bukan musuh. Tubuh kita membutuhkan kolesterol untuk membentuk hormon dan menjaga fungsi sel. Namun, masalah muncul ketika kadarnya berlebihan.
Kolesterol terbagi menjadi dua jenis utama:
LDL (Low Density Lipoprotein) → sering disebut kolesterol jahat
HDL (High Density Lipoprotein) → dikenal sebagai kolesterol baik
Jika LDL terlalu tinggi, ia dapat menempel di dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Lama-kelamaan, plak ini bisa menyumbat aliran darah dan memicu serangan jantung atau stroke.
Menurut data Kementerian Kesehatan RI, sekitar 35% penduduk dewasa Indonesia memiliki kadar kolesterol di atas normal.
Sementara itu, WHO menyebutkan bahwa kolesterol tinggi berkontribusi terhadap 2,6 juta kematian global per tahun akibat penyakit jantung.
Penyebab Kolesterol Tinggi:
Pola makan tinggi lemak jenuh
Kurang olahraga
Merokok
Faktor genetik
Obesitas
Gejala kolesterol tinggi sering tidak terasa. Itulah sebabnya kondisi ini sering disebut “silent killer”.
Kolesterol dibutuhkan tubuh, tetapi kadar LDL yang tinggi bisa berbahaya. Karena sering tanpa gejala, pencegahan dan pengelolaan sejak dini sangat penting.
Kandungan Temulawak yang Bantu Turunkan Kolesterol
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tanaman herbal khas Indonesia yang dikenal untuk kesehatan hati dan pencernaan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa temulawak juga berpotensi membantu menurunkan kolesterol.
Kandungan utamanya adalah:
1. Kurkumin
Kurkumin adalah senyawa aktif yang memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa ini membantu:
Mengurangi peradangan pembuluh darah
Menghambat oksidasi LDL
Membantu meningkatkan kadar HDL
2. Flavonoid
Flavonoid berperan sebagai antioksidan yang melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas.
3. Minyak Atsiri
Minyak atsiri dalam temulawak membantu meningkatkan metabolisme lemak di dalam tubuh.
Beberapa penelitian dalam jurnal nutrisi menunjukkan bahwa konsumsi kurkumin dapat membantu menurunkan kadar LDL dan trigliserida.
Temulawak bekerja melalui kandungan kurkumin dan flavonoid yang membantu menekan kolesterol jahat dan menjaga pembuluh darah tetap sehat.
Bukti Penelitian Temulawak untuk Kolesterol
Berbagai studi menunjukkan potensi kurkumin dalam membantu memperbaiki profil lipid darah.
Sebuah penelitian dalam jurnal Nutrition Journal menunjukkan bahwa suplementasi kurkumin selama beberapa minggu dapat menurunkan LDL secara signifikan dibanding kelompok plasebo.
Cara kerjanya:
Menghambat enzim pembentuk kolesterol di hati
Mengurangi stres oksidatif
Membantu meningkatkan fungsi hati dalam mengolah lemak
Namun perlu diingat, efeknya tidak secepat obat statin kimia. Herbal bekerja lebih bertahap dan perlu konsumsi rutin.
Secara ilmiah, kurkumin dalam temulawak memiliki potensi membantu menurunkan kolesterol, tetapi hasil optimal membutuhkan konsumsi rutin dan gaya hidup sehat.
Cara Minum Temulawak untuk Kolesterol
Banyak orang bertanya: bagaimana cara minum temulawak agar efektif?
Berikut beberapa cara yang umum digunakan:
1. Rebusan Temulawak
Iris 1–2 ruas temulawak
Rebus dalam 2 gelas air
Minum 1 gelas per hari
2. Serbuk Temulawak
Dicampur dengan air hangat atau madu.
3. Kapsul Herbal
Lebih praktis dan dosisnya lebih terkontrol.
Agar hasil optimal, konsumsi dibarengi:
Pola makan rendah lemak
Rutin olahraga
Menghindari rokok
Temulawak bisa dikonsumsi dalam bentuk rebusan, serbuk, atau kapsul. Konsumsi rutin dan gaya hidup sehat adalah kunci hasil maksimal.
Efek Samping dan Siapa yang Perlu Hati-hati
Walau alami, temulawak tetap perlu dikonsumsi bijak.
Beberapa kondisi yang perlu berhati-hati:
Penderita gangguan lambung berat
Ibu hamil
Orang yang sedang konsumsi obat pengencer darah
Jika Anda rutin mengonsumsi obat dokter untuk kolesterol, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu sebelum menambahkan herbal.
Temulawak relatif aman, tetapi tetap perlu perhatian khusus pada kondisi tertentu dan konsultasi medis.
Rekomendasi Herbal Pendukung Kolesterol
Jika Anda mencari herbal yang lebih praktis dengan kombinasi bahan yang saling mendukung, salah satu pilihan adalah Lesterothib dari Naturafit.
Lesterothib mengandung:
Daun Salam
Temulawak
Daun Jati Belanda
Sambiloto
Kombinasi ini bekerja dengan cara:
Membantu mengurangi lemak darah
Menghambat penyerapan lemak
Mendukung metabolisme kolesterol
Temulawak dalam Lesterothib berperan sebagai antioksidan dan membantu menurunkan kolesterol serum.
Kombinasi herbal seperti Lesterothib bisa menjadi pilihan praktis untuk membantu menjaga kadar kolesterol, terutama bagi yang ingin solusi alami.
Kesimpulan
Temulawak memiliki potensi membantu menurunkan kolesterol berkat kandungan kurkumin dan antioksidannya. Namun, herbal bukan solusi instan. Hasil terbaik diperoleh jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat.
Jika Anda ingin pendekatan yang lebih praktis, kombinasi herbal seperti Lesterothib dapat menjadi pendamping dalam menjaga kesehatan jantung.
Penelitian Ilmiah Pendukung Klaim
1. Pengaruh Minyak Atsiri Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap LDL Kolesterol pada Tikus
Penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri dari temulawak mampu menurunkan kadar kolesterol LDL dan berat badan pada tikus yang diberi diet tinggi lemak, jika dibandingkan dengan kontrol. Ini mendukung peran temulawak dalam mengurangi kolesterol jahat. Link
2. Pengaruh Kapsul Ekstrak Temulawak terhadap Kadar LDL dan HDL pada Mencit Hiperlipidemia
Studi ini menemukan bahwa konsumsi kapsul ekstrak temulawak menurunkan LDL (kolesterol jahat) dan menaikkan HDL (kolesterol baik) secara signifikan pada mencit dengan hiperlipidemia, menunjukkan potensi temulawak untuk memperbaiki profil lipid darah. Link
3. Uji Farmakologi Temulawak sebagai Anti-Hiperkolesterolemia (Studi Hewan)
Penelitian ini menemukan bahwa kapsul temulawak berpengaruh positif terhadap kadar kolesterol total, trigliserida, HDL, dan LDL pada tikus, menunjukkan potensi temulawak sebagai agen antihiperkolesterolemia. Link
4. Efek Ekstrak Etanol Temulawak pada Kadar Kolesterol Total Tikus Hiperlipidemia
Pemberian ekstrak etanol temulawak pada tikus yang diinduksi dengan diet tinggi lemak menurunkan kadar kolesterol total lebih dari 20%, memperlihatkan bukti bahwa temulawak efektif mengurangi kolesterol total dalam model hewan. Link
5. Perbedaan Efektivitas Ekstrak Temulawak dan Daun Salam pada Penurunan Kolesterol Total (Model Tikus)
Studi ini membandingkan ekstrak temulawak dan daun salam dalam menurunkan kolesterol total, dan menemukan bahwa temulawak menunjukkan kemampuan penurunan kadar kolesterol, relevan dalam membuktikan temulawak sebagai agen alami hipokolesterolemik. Link
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional untuk penanganan masalah kesehatan Anda. Hasil setiap individu mungkin saja berbeda.
FAQ
Apakah temulawak benar-benar bisa menurunkan kolesterol?
Berpotensi membantu, terutama karena kandungan kurkumin.
Berapa lama temulawak bekerja?
Biasanya perlu konsumsi rutin beberapa minggu.
Apakah temulawak lebih baik dari obat dokter?
Herbal bisa menjadi pendamping, bukan pengganti total.
Apakah aman diminum setiap hari?
Umumnya aman dalam dosis wajar.
Apakah temulawak bisa menurunkan trigliserida?
Beberapa penelitian menunjukkan potensi tersebut.
Siapa yang tidak boleh minum temulawak?
Ibu hamil dan penderita gangguan lambung berat.
Apakah bisa dikombinasikan dengan obat statin?
Sebaiknya konsultasi dokter.
Apakah temulawak juga baik untuk hati?
Ya, dikenal membantu fungsi hati.
Apakah rebusan lebih efektif dari kapsul?
Tergantung konsistensi dan dosis.
Apakah temulawak bisa mencegah penyakit jantung?
Membantu menjaga kolesterol dapat mengurangi risiko.
INFOGRAFIS
Temulawak memiliki potensi membantu menurunkan kolesterol berkat kandungan kurkumin dan antioksidannya. Namun, herbal bukan solusi instan. Hasil terbaik diperoleh jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat.
Jika Anda ingin pendekatan yang lebih praktis, kombinasi herbal seperti Lesterothib dapat menjadi pendamping dalam menjaga kesehatan jantung.



