Hipertensi atau tekanan darah tinggi bukan lagi penyakit orang tua. Banyak orang usia 30–40 tahun di Indonesia sudah mulai mengalami tekanan darah di atas normal tanpa gejala yang jelas. Menurut World Health Organization, sekitar 1,28 miliar orang dewasa di dunia mengalami hipertensi, dan hampir setengahnya tidak menyadari kondisi tersebut. Di Indonesia sendiri, data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan prevalensi hipertensi mencapai lebih dari 34% populasi dewasa.
Angka ini membuat banyak orang mulai mencari alternatif alami, termasuk penggunaan tanaman herbal seperti pegagan. Lalu, apakah benar pegagan untuk darah tinggi efektif? Bagaimana cara kerjanya? Dan apakah aman dikonsumsi dalam jangka panjang?
Artikel ini akan membahasnya secara lengkap dan mudah dipahami.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Pegagan dan Kandungan Aktifnya?
Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman herbal yang sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Asia. Daunnya kecil berbentuk bundar, sering tumbuh liar di area lembap seperti sawah atau pinggir sungai.
Pegagan dikenal karena kandungan senyawa aktifnya, antara lain:
Asiaticoside
Madecassoside
Flavonoid
Triterpenoid
Saponin
Senyawa-senyawa ini berperan dalam:
Memperbaiki sirkulasi darah
Menguatkan dinding pembuluh darah
Mengurangi peradangan
Mendukung fungsi pembuluh darah kecil (mikrosirkulasi)
Dalam konteks hipertensi, elastisitas pembuluh darah sangat penting. Ketika pembuluh darah kaku atau menyempit, tekanan darah akan meningkat.
Pegagan mengandung senyawa aktif yang mendukung kesehatan pembuluh darah dan membantu menjaga elastisitasnya.
Apakah Pegagan Bisa Menurunkan Darah Tinggi?
Tekanan darah tinggi terjadi ketika aliran darah menekan dinding arteri secara terus-menerus dengan tekanan tinggi. Faktor penyebabnya antara lain:
Pola makan tinggi garam
Kurang olahraga
Stres
Riwayat keluarga
Penyempitan pembuluh darah
Pegagan bekerja dengan cara membantu memperbaiki fungsi endotel, yaitu lapisan dalam pembuluh darah. Endotel yang sehat membantu pembuluh darah tetap lentur dan tidak mudah menyempit.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pegagan membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memperbaiki gangguan pembuluh darah kecil. Hal ini penting bagi penderita hipertensi ringan yang mengalami gangguan elastisitas pembuluh darah.
Namun perlu dipahami:
Pegagan bukan pengganti obat dokter pada hipertensi berat. Ia lebih tepat digunakan sebagai pendamping gaya hidup sehat dan terapi medis.
Pegagan membantu mendukung tekanan darah lebih stabil dengan memperbaiki fungsi dan elastisitas pembuluh darah.
Cara Konsumsi Pegagan untuk Hipertensi
Banyak orang bertanya, bagaimana cara mengonsumsi pegagan untuk darah tinggi?
Berikut beberapa cara yang umum digunakan:
1. Rebusan Daun Pegagan Segar
Ambil segenggam daun pegagan
Cuci bersih
Rebus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas
Minum 1 kali sehari
2. Jus Pegagan
Daun pegagan segar diblender
Bisa ditambahkan madu alami
Diminum 1–2 kali seminggu
3. Ekstrak atau Kapsul Herbal
Pilihan ini lebih praktis dan dosisnya lebih terkontrol dibanding rebusan manual.
Pada produk herbal tertentu, pegagan dikombinasikan dengan bahan lain untuk hasil lebih optimal.
Pegagan bisa dikonsumsi dalam bentuk rebusan atau ekstrak, namun dosis terkontrol lebih disarankan untuk keamanan jangka panjang.
Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Meski alami, pegagan tetap memiliki batas konsumsi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Tidak dianjurkan untuk ibu hamil
Perlu hati-hati jika sedang minum obat darah tinggi
Konsultasikan jika memiliki gangguan hati
Jangan dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang
Pada beberapa orang, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan.
Hipertensi juga berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan serangan jantung. Karena itu, pemantauan tekanan darah rutin tetap wajib dilakukan.
Herbal tetap perlu digunakan dengan bijak dan tidak menggantikan pengobatan medis tanpa pengawasan.
Rekomendasi Herbal dengan Kandungan Pegagan
Jika Anda mencari solusi herbal yang sudah diformulasikan dengan dosis terukur, salah satu pilihan yang relevan adalah Tensithib dari Naturafit.
Tensithib mengandung:
Sambiloto 200 mg
Pegagan 100 mg
Pala
Daun Tempuyung
Kombinasi ini bekerja untuk:
Membantu melonggarkan pembuluh darah
Mendukung tekanan darah lebih stabil
Membantu meringankan gejala hipertensi ringan
Pegagan di dalamnya membantu memperbaiki mikrosirkulasi, sementara sambiloto membantu relaksasi pembuluh darah.
Tentu saja, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan konsultasi dokter tetap dianjurkan.
Kombinasi pegagan dengan herbal lain dalam formula terukur lebih efektif dibanding konsumsi tunggal tanpa kontrol dosis.
Kesimpulan
Pegagan untuk darah tinggi memang memiliki potensi manfaat karena kandungan senyawa aktifnya yang mendukung kesehatan pembuluh darah dan sirkulasi.
Namun penting untuk dipahami:
Pegagan bukan obat utama hipertensi berat
Lebih tepat sebagai pendamping terapi medis
Harus dikombinasikan dengan pola hidup sehat
Pemantauan tekanan darah tetap wajib
Mengelola hipertensi membutuhkan pendekatan menyeluruh: pola makan rendah garam, olahraga teratur, manajemen stres, dan terapi yang tepat.
Penelitian Ilmiah Pendukung Klaim
1.Efek Teh Pegagan (Centella asiatica L.) terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi
Penelitian quasi-eksperimental ini menunjukkan bahwa konsumsi teh pegagan mampu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia dengan hipertensi secara signifikan (p=0,000 untuk sistolik & p=0,002 untuk diastolik).Link
2. Pegagan Sebagai Minuman Alternatif untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia
Literatur ini mengulas bahwa pegagan memiliki senyawa yang dapat menurunkan tekanan darah melalui pengurangan trigliserida dan peningkatan elastisitas pembuluh darah, sehingga menjadi pilihan pendamping non-farmakologis untuk hipertensi.Link
3. Centella asiatica Mencegah Hipertensi dan Melindungi Jantung pada Model Hewan
Ekstrak pegagan secara signifikan menghambat kenaikan tekanan darah pada tikus hipertensi dan memberi efek perlindungan jantung yang sebanding dengan obat captopril, menunjukkan potensi sebagai agen antihipertensi.Link
4.Efek Dekok Pegagan & Herbal Lain terhadap Perubahan Pembuluh Darah pada Hipertensi
Kombinasi pegagan dengan herbal lain mampu mengurangi stres oksidatif pada aorta tikus hipertensi dan menekan remodeling pembuluh darah melalui regulasi jalur NOXs-ROS-NF-κB.Link
5. Pengaruh Kombinasi Pegagan dan Kunyit pada Kekakuan Arteri (Model Tikus Hipertensi)
Kombinasi pegagan dan kunyit menurunkan tekanan darah sistolik & diastolik serta meningkatkan kadar nitric oxide, yang berarti memperbaiki elastisitas pembuluh darah pada tikus hipertensi.Link
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional untuk penanganan masalah kesehatan Anda. Hasil setiap individu mungkin saja berbeda.
FAQ
Apakah pegagan benar-benar bisa menurunkan darah tinggi?
Pegagan membantu mendukung elastisitas pembuluh darah, namun bukan pengganti obat dokter.
Berapa lama pegagan bekerja?
Efeknya bertahap dan berbeda pada tiap orang.
Apakah aman dikonsumsi setiap hari?
Sebaiknya dalam dosis terkontrol dan tidak berlebihan.
Bolehkah dikombinasikan dengan obat dokter?
Bisa, tetapi perlu konsultasi terlebih dahulu.
Apakah pegagan menyembuhkan hipertensi?
Tidak. Hipertensi adalah kondisi kronis yang perlu kontrol jangka panjang.
Siapa yang tidak boleh konsumsi pegagan?
Ibu hamil dan penderita gangguan hati.
Apakah pegagan bisa menurunkan kolesterol?
Beberapa penelitian menunjukkan potensi manfaat untuk pembuluh darah.
Bagaimana cara membuat rebusan pegagan?
Direbus hingga air menyusut setengahnya.
Apakah ada efek samping jangka panjang?
Jika berlebihan, bisa memengaruhi fungsi hati.
Apakah lebih baik daun segar atau kapsul?
Kapsul lebih terkontrol dosisnya.
INFOGRAFIS
Pegagan untuk darah tinggi memang memiliki potensi manfaat karena kandungan senyawa aktifnya yang mendukung kesehatan pembuluh darah dan sirkulasi.
Namun penting untuk dipahami Pegagan bukan obat utama hipertensi berat.
Mengelola hipertensi membutuhkan pendekatan menyeluruh: pola makan rendah garam, olahraga teratur, manajemen stres, dan terapi yang tepat



