Keputihan saat hamil adalah salah satu keluhan yang paling sering membuat ibu hamil cemas—terutama ketika warnanya berubah atau jumlahnya meningkat. Padahal, sebagian besar keputihan saat hamil normal dan merupakan mekanisme alami tubuh untuk melindungi janin dari infeksi.

Daftar Isi
ToggleApa Itu Keputihan Saat Hamil?
Keputihan adalah cairan alami yang diproduksi organ kewanitaan untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi. Saat hamil, kadar hormon estrogen meningkat tajam, aliran darah ke area panggul juga meningkat. Kombinasi ini membuat keputihan muncul lebih banyak dibanding saat tidak hamil.
Menurut data dari Healthline, lebih dari 80% ibu hamil mengalami peningkatan keputihan sejak awal kehamilan.
Keputihan normal pada ibu hamil disebut leukorrhea, biasanya:
Bening atau putih susu
Tidak berbau atau hanya sedikit berbau
Tekstur encer atau sedikit kental
Tidak menimbulkan gatal atau nyeri
Keputihan saat hamil adalah hal normal—faktanya, ini cara alami tubuh menjaga kebersihan dan perlindungan bagi janin.
Ciri-Ciri Keputihan Hamil Normal vs Abnormal
Memahami perbedaannya membantu ibu hamil tahu kapan harus tenang dan kapan perlu berkonsultasi ke dokter.
Keputihan Hamil yang Normal
Ciri keputihan normal saat hamil meliputi:
Warna: putih susu, bening, atau sedikit kekuningan
Tekstur: encer atau lendir tipis
Bau: tidak berbau atau sangat ringan
Tidak disertai gatal, nyeri, atau perih
Ini biasanya dialami pada:
Keputihan saat hamil muda
Keputihan saat hamil trimester 1
Semakin meningkat di trimester 2 dan trimester 3
Keputihan Hamil yang Perlu Diwaspadai
Keputihan dianggap tidak normal bila:
Warnanya kuning pekat, hijau, abu-abu, atau cokelat pekat
Baunya amis atau busuk
Teksturnya menggumpal seperti susu basi
Disertai gatal, panas, atau nyeri di area vagina
Disertai flek keputihan saat hamil
Keputihan abnormal ini bisa menjadi gejala:
Infeksi jamur
Bacterial Vaginosis (BV)
Infeksi menular seksual
Iritasi berat pada area kewanitaan
Menurut Cleveland Clinic, keputihan abnormal pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko infeksi ketuban atau persalinan prematur jika tidak ditangani.
Keputihan disebut abnormal bila ada perubahan warna, bau menyengat, dan rasa tidak nyaman. Bila ada gejala ini → segera konsultasi dokter.
Keputihan Berdasarkan Trimester Kehamilan
1. Keputihan Saat Hamil Muda (Awal Kehamilan)
Biasanya merupakan tanda awal kehamilan.
Ciri-ciri:
Putih susu
Tidak berbau
Terasa lebih basah dari biasanya
Terkadang muncul tekstur keputihan tanda hamil yang lebih kental namun tetap normal
Contoh keputihan tanda hamil:
Putih kekuningan tipis
Sekadar membuat celana dalam lembap
Tidak gatal
2. Keputihan Trimester 1
Hormon mulai stabil, lendir serviks meningkat. Ini membantu membentuk mucus plug untuk melindungi rahim.
3. Keputihan Trimester 2
Volume keputihan meningkat cukup banyak. Ini masih normal.
4. Keputihan Trimester 3
Semakin dekat persalinan, lendir semakin banyak dan mungkin bercampur sedikit flek. Ini bisa menjadi keputihan tanda mau melahirkan.
Semakin tua usia kehamilan, volume keputihan semakin bertambah—ini normal, dan justru melindungi bayi dari infeksi.
Warna-Warna Keputihan Saat Hamil dan Maknanya
1. Keputihan Putih / Bening – NORMAL
Tanda kebersihan dan pH vagina stabil.
2. Keputihan Kuning Saat Hamil – WASPADA
Bila pucat → masih normal
Bila kental dan bau → infeksi jamur atau bakteri
3. Keputihan Hijau Saat Hamil – TIDAK NORMAL
Warna hijau biasanya menandakan infeksi bakteri atau PMS tertentu.
Bila disertai bau kuat → segera periksa.
4. Keputihan Cokelat / Flek
Bisa karena iritasi serviks
Bisa tanda awal persalinan bila usia kehamilan sudah mendekati HPL
Warna keputihan adalah indikator penting kesehatan area kewanitaan. Warna hijau dan kuning pekat adalah tanda infeksi.
Penyebab Keputihan Abnormal Saat Hamil
Beberapa penyebab yang paling umum:
1. Infeksi jamur (Candida)
Ciri: keputihan menggumpal, gatal, perih.
2. Bacterial Vaginosis (BV)
Ciri: bau amis kuat, warna abu-abu/kekuningan.
3. Infeksi menular seksual
Ciri: keputihan hijau, berbusa, bau sangat kuat.
4. Penurunan imunitas
Kehamilan membuat ibu lebih rentan infeksi.
Keputihan abnormal sebagian besar disebabkan infeksi—dan infeksi harus ditangani agar tidak mengganggu kehamilan.
Cara Aman Mengatasi Keputihan Saat Hamil + Rekomendasi Herbal Naturfresh
Perawatan harian untuk ibu hamil (aman & efektif):
Gunakan pakaian dalam berbahan katun.
Ganti pakaian dalam minimal 2x sehari.
Hindari penggunaan sabun berpewangi di area kewanitaan.
Bersihkan dari depan ke belakang.
Hindari penggunaan pantyliner setiap hari (boleh, tapi pilih tanpa parfum).
Perbanyak minum air dan istirahat cukup.
Rekomendasi Herbal: Naturfresh
Naturfresh dari Naturafit adalah produk herbal yang diformulasikan khusus untuk:
Mengurangi lendir berlebih pada vagina
Mengatasi keputihan
Menjaga kebersihan area kewanitaan
Menghilangkan bau tidak sedap
Kandungan utamanya:
Daun Sirih → antibakteri & antijamur
Temu Putih → anti-mikroba & anti-fungi
Manjakani → mengurangi lendir berlebih
Kunyit → antiinflamasi
Produk ini digunakan dari luar, sehingga aman untuk ibu hamil.
Perawatan sederhana + penggunaan Naturfresh secara rutin dapat membantu menjaga area kewanitaan tetap bersih dan mencegah keputihan berlebih.
Kesimpulan
Keputihan saat hamil adalah hal yang sangat umum terjadi. Keputihan normal bersifat bening, putih susu, dan tidak berbau. Namun, bila warnanya berubah menjadi kuning pekat, hijau, atau bau tidak sedap—ini bisa jadi tanda infeksi.
Dengan menjaga kebersihan area kewanitaan, memahami tanda normal vs abnormal, serta menggunakan herbal seperti Naturfresh, ibu hamil bisa lebih nyaman dan tenang selama masa kehamilan.
Tetap konsultasikan setiap perubahan yang mencurigakan ke dokter kandungan.
Penelitian Ilmiah Pendukung Klaim
1. Keputihan Vulvovaginal pada Kehamilan Kembar
Penelitian ini mengevaluasi kejadian vulvovaginal candidiasis (infeksi jamur) pada ibu hamil kembar, menunjukkan prevalensi yang tinggi terutama pada trimester akhir—mirip dengan artikel yang menyebutkan bahwa perubahan hormon dan respons imun pada kehamilan bisa menyebabkan keputihan patologis. Link
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Keputihan pada Ibu Hamil
Studi ini menyatakan bahwa perubahan hormon selama kehamilan adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi munculnya keputihan, mendukung penjelasan artikel bahwa keputihan umum terjadi pada semua trimester karena adaptasi tubuh ibu hamil. Link
3. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Keputihan (Flour Albus) pada Ibu Hamil
Penelitian ini menunjukkan bahwa higiene pribadi (personal hygiene) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian keputihan pada ibu hamil, konsisten dengan artikel yang menyarankan perawatan kebersihan genital untuk mencegah keputihan patologis. Link
4. Hubungan Pengetahuan dengan Kejadian Keputihan pada Ibu Hamil
Penelitian ini menemukan bahwa ibu hamil dengan pengetahuan yang lebih buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami keputihan, relevan dengan artikel yang menekankan pentingnya edukasi ibu hamil tentang penyebab dan cara mengatasi keputihan. Link
5. Hubungan Pengetahuan dan Personal Hygiene terhadap Kejadian Keputihan pada Ibu Hamil
Artikel ini menegaskan bahwa kedua faktor (pengetahuan & higiene pribadi) berpengaruh kuat terhadap kejadian keputihan pada ibu hamil — selaras dengan penjelasan artikel bahwa pencegahan dan edukasi bisa mengurangi risiko keputihan patologis. Link
6. Vaginal Discharge selama Kehamilan dan Faktor Terkait (Internasional)
Studi ini, meskipun internasional, menemukan bahwa keputihan tidak normal (pathological vaginal discharge) pada ibu hamil terkait dengan risiko komplikasi perinatal, sangat sesuai dengan penjelasan artikel tentang perbedaan antara keputihan fisiologis dan patologis. Link
7. Manajemen Keputihan Symptomatik pada Kehamilan (Review Klinis Internasional)
Dokumen pedoman ini meninjau intervensi yang efektif untuk mengatasi keputihan simptomatik akibat infeksi seperti bacterial vaginosis dan candidiasis, mendukung bagian artikel yang membahas cara mengatasi keputihan patologis pada ibu hamil. Link
8. Prevalensi Keputihan Abnormal pada Ibu Hamil (Studi WHO)
Penelitian WHO melaporkan prevalensi tinggi keputihan abnormal pada wanita hamil dan mengidentifikasi bakteri sebagai penyebab utama — informasi ini relevan dengan artikel mengenai penyebab keputihan patologis dan dampaknya. Link
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional untuk penanganan masalah kesehatan Anda. Hasil setiap individu mungkin saja berbeda.
FAQ
Apakah hamil bisa keputihan?
Ya, dan ini sangat umum.
Keputihan saat hamil muda seperti apa?
Biasanya bening, putih, dan encer.
Keputihan tanda hamil seperti apa?
Putih susu, tidak gatal, tidak bau.
Kapan keputihan tanda hamil muncul?
Mulai 1–2 minggu setelah pembuahan.
Keputihan hijau saat hamil apakah bahaya?
Ya, biasanya tanda infeksi bakteri.
Keputihan kuning saat hamil apakah normal?
Normal bila pucat, tidak normal bila pekat & bau.
Apakah keputihan bisa jadi tanda mau melahirkan?
Ya, terutama jika bercampur lendir & sedikit flek.
Apakah keputihan menggumpal saat hamil normal?
Tidak — kemungkinan infeksi jamur.
Keputihan saat hamil trimester 3 banyak, normal?
Ya, tubuh menyiapkan jalan lahir.
Apa obat keputihan saat hamil yang aman?
Perawatan kebersihan + Naturfresh (aman digunakan dari luar).
Apakah keputihan setelah berhubungan saat hamil normal?
Normal selama warnanya tetap bening/putih dan tidak bau.
Infografis
Keputihan saat hamil adalah hal yang sangat umum terjadi. Keputihan normal bersifat bening, putih susu, dan tidak berbau. Namun, bila warnanya berubah menjadi kuning pekat, hijau, atau bau tidak sedap—ini bisa jadi tanda infeksi.
👉 Jaga organ intim sehat alami dengan Naturfresh!