Pengertian Obat Herbal, Kelebihan dan Kekurangannya

Herbal adalah tanaman atau tumbuhan yang memiliki nilai lebih dalam pengobatan. Dengan kata lain, semua tanaman yang mengandung bahan aktif yang berguna sebagai obat dapat dikatakan sebagai herbal. Seringkali  ada yang menyebutnya tanaman obat sehingga tergolong sebagai bentuk pengobatan alternatif.

Sama seperti tubuh kita, obat herbal adalah obat yang bersifat organik atau alami. Obat herbal yang murni dapat kita ambil dari sari pati tumbuhan yang mempunyai manfaat bagi pengobatan. Tentunya harus murni tidak ada bahan kimia tambahan (sintetis) serta tanpa campuran hewan.

Obat herbal harus berasal dari tumbuhan (nabati) seperti jahe, temulawak, kunyit, bawang putih, gingseng, temu ireng, dan lain sebagainya. Jika suatu obat telah mengandung unsur hewani, maka obat tersebut sudah tidak bisa dikatakan sebagai obat herbal lagi melainkan jamu tradisional. Karena dapat tercampur dengan bahan-bahan yang berasal dari hewan seperti telur, teripang, atau yang lainnya.

Pada zaman sekarang, dengan berkembangnya ilmu kedokteran yang sangat pesat serta banyak riset penelitian yang berkaitan dengan obat-obatan, semakin membuka mata dan pikiran kita bahwa ternyata alam sudah sangat baik menyediakan berbagai macam obat secara alami untuk berbagai macam jenis penyakit. Yang pasti sesuai dengan khasiat tanaman obat yang dikenal secara empiris ataupun secara penelitian.

Khususnya di Indonesia, seperti yang kita ketahui bersama ada banyak sekali kekayaan hayati yang melimpah ruah disekitar kita yang dapat kita manfaatkan sebagai obat. Walaupun obat herbal ini tidak menimbulkan efek negatif, tetapi ada juga beberapa bahan yang dapat menimbulkan efek negatif.

Namun obat herbal lebih dipercayai untuk pengobatan jangka waktu yang lama karena obat sintetis atau kimia lambat laun jika terus dikonsumsi akan tidak baik akhirnya pada tubuh seseorang.

pengertian obat herbal

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa obat herbal pastinya berasal dari tumbuhan atau nabati. Nah, sementara itu pengertian obat herbal juga dikemukakan oleh berbagai pihak seperti  Departemen Kesehatan RI serta para ahli lainnya. Berikut pengertian obat herbal yang didapat dari berbagai sumber:

  • Herbal menurut Departemen Kesehatan RI dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan NO.149/SK/Menseknes/IV/1978 diacu dalam Kartikawati(2004), definisi obat herbal adalah tumbuhan atau bagian dari tumbuhan yang digunakan sebagai bahan baku obat (prekursor) ataupun tumbuhan yang telah diekstraksi dan hasil dari ekstraksi tersebut digunakan untuk membuat obat herbal.
  • Menurut Zuhud (2004), tumbuhan obat adalah seluruh jenis tumbuhan obat yang diketahui atau dipercaya mempunyai khasiat obat yang dikelompokkan menjadi:
  1. Tumbuhan obat tradisional, yaitu; jenis tumbuhan obat yang diketahui atau dipercaya oleh masyarakat mempunyai khasiat obat dan telah digunakan sebagai bahan baku obat tradisional.
  2. Tumbuhan obat modern, yaitu; jenis tumbuhan yang secara ilmiah telah dibuktikan mengandung senyawa atau bahan bioaktif yang berkhasiat obat dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan secara medis.
  3. Tumbuhan obat potensial, yaitu; jenis tumbuhan obat yang diduga mengandung senyawa atau bahan aktif yang berkhasiat obat, tetapi belum dibuktikan secara ilmiah atau penggunaannya sebagai obat tradisional sulit ditelusuri
  • Menurut Hamid et Al, 1991. Tumbuhan obat adalah semua tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat, berkisar dari yang terlihat oleh mata hingga yang nampak dibawah mikroskop.

Pada praktiknya tetaplah obat herbal memiliki keunggulan serta kelemahannya. Berikut kelemahan serta keunggulan dari obat herbal yang wajib Anda ketahui.

Kelebihan Obat Herbal

  1. Efek samping dari obat herbal relatif lebih kecil bila digunakan secara benar dan tepat, baik tepat takaran, waktu penggunaan, cara penggunaan, ketepatan memilih bahan, dan ketepatan memilih ramuan tumbuhan untuk indikasi tertentu.
  2. Adanya efek komplementer atau sinergisme dalam ramuan obat atau komponen bioaktif tumbuhan obat. Dalam beberapa ramuan herbal terdiri dari beberapa jenis tumbuhan obat yang memiliki efek saling mendukung satu sama lain untuk mencapai efektivitas pengobatan.

Formulasi dan komposisi obat herbal tersebut dibuat setepat mungkin supaya tidak menimbulkan efek kontradiksi bahkan harus dipilih ramuan yang obat herbal yang saling menunjang terhadap suatu efek yang dikehendaki pengertian obat herbal  .

  1. Pada saat suatu tumbuhan memiliki lebih dari satu efek, zat aktif pada tumbuhan pada umumnya hanya ada satu metabolisme atau metabolit sekunder, sedangkan satu tumbuhan dapat menghasilkan beberapa metabolit. Sehingga sangat memungkinkan apabila satu tumbuhan tersebut dapat memiliki lebih dari satu efek.
  2. Obat herbal sangat cocok untuk penyakit yang berkaitan dengan metabolisme dan degeneratif. Perubahan pola konsumsi menyebabkan gangguan pada metabolisme tubuh yang sejalan dengan proses degeneratif. Penyakit diabetes (kencing manis), penyakit kolesterol tinggi, penyakit asam urat, penyakit batu ginjal dan penyakit hepatitis merupakan contoh penyakit yang berhubungan dengan metabolis.

Sedangkan penyakit degeneratif meliputi rematik (radang sendi), asma (sesak nafas), ulcer (tukak lambung), haemorhoid (wasir atau ambeien), dan pikun (lost of memory).

Kekurangan Obat Herbal

Namun dengan segala kelebihan yang dimiliki obat herbal, ternyata obat herbal juga memiliki beberapa kelemahan. Berikut beberapa kelemahan obat herbal;

  1. Sulit mengenali jenis dari tumbuhan yang sering digunakan pada obat herbal supaya dapat tepat dalam penggunaannya. Seringkali beda dalam penyebutan nama pada setiap daerah menjadi alasan susahnya kita mengenali jenis tumbuhan yang kita jadikan obat herbal.
  2. Kurangnya sosialisasi tentang manfaat tumbuhan obat terutama dikalangan para dokter.
  3. Penampilan tumbuhan yang memiliki khasiat berupa wujud yang kadang kurang menarik dibanding dengan obat-obatan yang paten.
  4. Kurangnya penelitian yang mendalam mengenai tanaman yang dapat dijadikan obat herbal.
  5. Belum ada pengenalan dini mengenai tumbuhan yang dijadikan obat herbal. Jadi, kadang masyarakat akan ragu dalam penggunaannya. Bahkan kurang percaya dengan keamanannya.
  6. Lambatnya pengobatan seringkali menimbulkan keraguan karena tidak semua orang sadar mengenai herbal dan utamanya tidak semua orang tahu bahwa obat herbal itu memang sangat telaten dalam penggunaanya.

Yang tidak kalah penting juga, kita harus mengetahui bahan-bahan atau bagian-bagian yang sering digunakan pada obat herbal. Karena itu juga bermanfaat untuk menambah wawasan setiap orang. Kadang bahan-bahan atau bagian-bagian inilah yang dijadikan sebagai obat herbal entah itu diolah menjadi wujud kapsul, sirup, ramuan, bahkan ada pula yang dapat langsung diseduh air panas lalu kita dapat langsung menikmatinya.

Berikut ini bahan-bahan atau bagian-bagian yang digunakan dalam pembuatan obat herbal beserta contoh tumbuhannya;

  • Kayu (Lignum)

Contoh tumbuhan: kayu manis

  • Daun (Folium)

Contoh tumbuhan: daun bidara, daun teh, daun jati, daun sirsak

  • Bunga (Flos)

Contoh tumbuhan: bunga seruni, bunga rosela

  • Akar (Radix)

Contoh tumbuhan: akar alang-alang

  • Umbi (Bulbus)

Contoh tumbuhan: kelompok apotek hidup seperti jahe, kunyit, kunir putih

  • Buah (Fructus)

Contoh tumbuhan: buah asam

  • Kulit Buah (Perikarpium)

Contoh tumbuhan: kulit manggis.

Banyak jenis obat herbal mulai dari perawatan untuk kecantikan, perawatan kesehatan, perawatan untuk keharmonisan rumah tangga, hingga pengobatan penyakit khusus. Obat herbal masih harus banyak diteliti secara khusus dan mendalam karena kebanyakan dari penelitian medis belum banyak yang melibatkan percobaan terhadap manusia pengertian obat herbal .